Merabu, Jejak Purba dan Penjelajahan di Benteng Timur Borneo

Saya menerobos jalan setapak yang mulai menanjak dalam kegelapan berselimut udara dingin nan menusuk tulang. Kami memulai pendakian ke Puncak Ketepu terlalu dini. Saya menjadi penggerak pendakian dini hari itu. Deru napas rekan-rekan saya semakin kencang kala kami mulai melahap jalur menanjak mendaki batu karst nan tajam. Tentu ini jadi ujian setelah perjalanan panjang dari Jakarta –Balikpapan – Berau.

 Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur
Halimun menutupi hamparan hutan nan lebat di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat terlihat dari Puncak Ketepu. (Yunaidi Joepoet)

Itu belumlah berakhir. Untuk tiba di desa terdekat, kami menempuh perjalanan darat selama empat jam dan dilanjutkan dengan ketinting selama setengah jam menuju titik permulaan sebelum berjalan kaki. Melewati hutan nan rindang khas pedalaman Kalimantan, inilah penjelajahan menuju singgasana Merabu.

“Mas, boleh minta air?” tutur Ejon, rekan perjalanan saya yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain di perkotaan. Dalam malam nan gelap, samar-samar saya melihat wajahnya yang kelelahan. Saya menyalakan LED yang kami gunakan untuk pengambilan video. Saya menyorot wajahnya yang penuh dengan keringat. “Tangkap, Jon!” saya melempar sebotol minuman. Kami terdiam sejenak, tak ada suara lain selain deru angin dan napas yang terengah-engah.

Lalu, kami melanjutkan perjalanan kembali mendaki setapak demi setapak. “Mas, istirahat sebentar ya. Gue capek!” dengan suara yang terbata-bata, Afif mengiba supaya kami menghentikan perjalanan sejenak.

Saya iba, namun harus tega. Jika perjalanan ini dilakukan dengan ritme lambat, matahari pagi pasti akan terlewatkan. “Baiklah, kita istirahat lima menit lagi,” saya mengalah. Perjalanan membelah jantung Karst Sangkulirang Mangkalihat ini tak semudah yang diperkirakan orang-orang.

***

Saya kembali mendaratkan kaki di Berau. Perjalanan pertama saya ke Kabupaten Berau saya lakukan beberapa tahun lalu. Tujuan kala itu adalah ke Desa Biduk-Biduk serta Teluk Sulaiman.

Berau memang menjadi magnet baru dalam peta wisata tanah air. Bagaimana tidak, kabupaten ini menawarkan wisata bahari dan petualangan menarik bagi para pelancong. Lihatlah, ribuan wisatawan berbondong-bondong untuk menikmati pengalaman wisata bahari di Maratua, atau mungkin berenang dengan ubur-ubur di Danau Kakaban. Orang-orang yang haus akan petualangan di hutan Kalimantan, senang menjelajah karst, dan melihat gambas cadas berusia ribuan tahun-pun menjadikan Kabupaten Berau sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Termasuk saya.

Berau; Biduk-biduk; Danau; Dayak; Hutan; Kalimantan Timur; Labuan Cermin; Labuan Kelambu; Nelayan; Rumah Adat; Sunset; Tanjung Redeb; Teluk Sulaiman
Suasana pagi di Danau Labuan Cermin, Desa Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Kabupaten Berau memiliki pesona bahari yang memukau, selain itu tebing karstnya yang liar menanti para penjelajah untuk berpetualang. Saya menyambangi Berau untuk menjelajah sisi yang berbeda.

Perjalanan ke Berau sebaiknya ditempuh menggunakan pesawat. Beberapa maskapai penerbangan sudah melayani perjalanan menuju Bandara Kalimarau di Berau dengan transit terlebih dahulu di Balikpapan. Harga penerbangan ke Berau juga cukup terjangkau. Bahkan, penerbangan menuju Berau dengan transit di Balikpapan pun bisa dilakukan dengan tiket pesawat yang murah di Online Travel Agent semisal Traveloka. Ekspedisi yang melelahkan dalam waktu singkat memang sebaiknya direncanakan dengan matang. Saya biasanya menggunakan fitur filter departure time dan arrival time di aplikasi Traveloka agar memudahkan dalam manajemen ekspedisi.

Tentunya, ini sangat penting dalam perjalanan yang terkait dengan manajemen stamina. Lelah dengan petualangan nan lama dan memberatkan di dalam hutan, biasanya saya memilih beristirahat di kota terakhir sebelum kembali ke Jakarta. Kadang, ada banyak pengalaman tak terduga yang membuat saya menambah waktu perjalanan. Fitur reschedule dari Traveloka sangat mudah untuk digunakan bagi para pejalan.

Petualangan menjelajah Nusantara dimulai dari Traveloka.

Kampung Merabu yang menjadi tujuan saya ini terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tahun 2012, warga mengajukan permohonan untuk penetapan hutan desa. Pada tahun 2014, Kementerian Kehutanan menetapkan kawasan seluas 8.245 hektare sebagai Hutan Desa Merabu. Hutan ini masuk ke kawasan Hutan Lindung Nyapa yang merupakan bagian dari Ekosistem Karst Sangkulirang Mangkalihat. Dalam ekspedisi panjang selama 20 hari bersama Eiger tahun 2016, saya menembus jantung kawasan ini. Bersama para pendaki gunung kawakan, saya mencari titik tertinggi Gunung Beriun.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Pohon tinggi menjulang menjadi ciri khas kawasan ini. Warga lokal mengambil andil dalam pelestarian hutan di Karst Sangkulirang Mangkalihat. (Yunaidi Joepoet)

Karakteristik antara Gunung Beriun dan Puncak Ketepu di Kampung Merabu sangatlah berbeda. Beriun rimbun dengan topografi berupa tanah, sedangkan Puncak Ketepu adalah gunung karst. Namun, kekayaan alam dan peninggalan bersejarah berupa flora, fauna, bentang karst, hingga peninggalan gambar cadas menjadikan tempat ini sebagai kawasan yang penting dalam pelestarian hutan tropis di Kalimatan, termasuk Merabu.

***

Kendaraan berpenggerak empat roda membawa saya membelah jalanan berdebu. Hamparan kebun kelapa sawit menjadi pemandangan sepanjang perjalanan. Sesekali, saat jalanan tanah nan kering berdebu kami lewati. Pemandangan terbaik terhampar dengan tebing-tebing karst nan indah.
Sebuah gerbang kayu menjadi akhir sebelum saya harus menyeberangi Sungai Lesan menggunakan ketinting. Di Merabu, sebelum akses jalan dibuka, ketinting menjadi transportasi utama warga menuju Berau. Sekarang, meskipun akses jalan masih tanah, perjalanan darat dari atau menuju Berau bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Kami menginjakkan kaki di Kampung Merabu menjelang senja. Arief dari Yayasan Kerima Puri menyambut kami dengan hangat. Meskipun warga desa mayoritas adalah suku Dayak Lebok, mereka dengan terbuka menerima para pendatang. Termasuk Kepala Kampung Merabu, Franley Apriliano Oley yang merupakan orang Manado. Malam hari itu tak banyak yang kami lakukan selain bercengkrama dengan warga. Esok pagi, kami akan membelah hutan menuju Gua Beloyot.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Perahu ketinting membawa warga lokal membelah Sungai Lesan. (Yunaidi Joepoet)

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Warga Dayak Lepok menarikan tarian khas Kampung Merabu dengan latar Karst Sangkulirang Mangkalihat. (Yunaidi Joepoet)

***

Saya mengayunkan langkah menyusuri jalanan kampung menuju hutan. Semangat saya pagi itu begitu membara, karena akan berjumpa dengan gambar cadas yang konon usianya sekitar 4.000 tahun. Meskipun saya pernah melihat beberapa gambar cadas yang usianya sangat tua, ada saja hal-hal menarik yang menjadi gambar cadas menjadi salah satu objek foto terbaik untuk saya abadikan.

Saya melewati beberapa sungai kecil. Hanya sebatang papan yang menjadi jembatan untuk menyeberangi sungai, jika tak seimbang maka tubuh akan tercebur ke sungai. Kami bergurau sembari menggoyangkan sebilah papan kayu, “Byuarrrrrrr,” rekan perjalanan saya, Afif tercebur ke sungai yang airnya sungguh bening. Meskipun dia menderita, tapi kami bahagia melihatnya.

Setelah hampir dua jam berjalan kaki, kondisi jalanan yang kami lewat sudah berupa bebatuan karst. Ini tandanya kami sudah mulai dekat dengan Gua Beloyot. Beberapa kali kami harus berjalan merangkak mendaki tebing karst yang berselimut pepohonan nan rindang, hingga kami tiba di mulut gua.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat menyimpan kekayaan prasejarah yang tersebar di berbagai gua karst. Salah satunya terletak di Merabu, Kabupaten Berau. (Yunaidi Joepoet)

Saya berdiri di mulut gua, memandang gua nan gelap. Hawa lembap terasa saat saya memasuki gua semakin dalam. Bermodal penerangan sederhana, saya mengikuti warga lokal membelah setiap lorong gua ini. Beberapa kali kelelawar terbang rendah hampir berbenturan dengan kepala saya.
Kami terus menyusuri lorong kegelapan. “Ayo, Mas. Kita harus menaiki ini!” tunjuknya sembari menyorotkan lampu penerangan ke langit gua. Samar-samar saya melihat tebing bagian atas gua, kami harus memanjat di dalam gua dengan bantuan tali rotan dan papan kayu. Saya dan teman-teman naik bergantian, semuanya berusaha untuk menjadi yang terlebih dahulu. Kenapa? Karena tidak ada yang mau untuk menjadi yang terakhir. “Seram, tadi ketemu kulit ular. Yakin banget ularnya masih berkeliaran di sekitar sini!” teriak salah satu rekan saya. Kami bersusah payah menaiki papan kayu dengan berpegangan dengan seutas tali rotan.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Lorong gua nan gelap menuju Gua Beloyot, tempat gambar cadas dengan berbagai rupa ditemukan. (Yunaidi Joepoet)

Gue Beloyot yang menjadi tempat gambar cadas itu belumlah sampai. Saya harus berjalan merangkak lagi menembus lorong gua nan sempit hingga tiba di tubir jurang nan dalam. Jika tak hati-hati, tebing jurang berkedalaman ratusan meter dengan batu karst nan tajam akan menanti tubuh saya nan empuk ini.

Saya melewati bibir tebing nan curam. Dengan hati-hati, langkah kaki saya menyisir permukaan tanah berbatu. Di kejauhan, mulut Gue Beloyot sudah terlihat. Rasa antusias saya semakin besar. Langkah kaki semakin cepat, dengan berlari-lari kecil saya begitu semangat untuk segera tiba di Gua Beloyot.

Mulut gua itu ternganga lebar. Dari kejauhan memang tak tampak adanya gambar cadas. Hanya ornamen gua nan indah. Saya berjalanan menuju ujung gua. “Akhirnya!” saya berteriak. Di hadapan saya, beraneka ragam gambar cadas terpampang jelas. Ada yang berupa cap tangan, bintang, tumbuhan dan beberapa motif lainnya.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Gua Beloyot tempat gambar cadas berusia ribuan tahun ditemukan. Struktur gua ini layaknya ruangan rumah. Lokasinya berada di tubir jurang. (Yunaidi Joepoet)
Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Salah satu gambar cadas yang ada di Gua Beloyot berupa cap tangan. (Yunaidi Joepoet)
Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Gambar cadas menyerupai hewan di Gua Beloyot. (Yunaidi Joepoet)

Gua Beloyot adalah salah satu dari puluhan gua yang berada di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat yang memiliki gambar cadas. Usianya pun memiliki rentang nan beragam. Inilah yang menjadi keistimewaan dari Karst Sangkulirang Mangkalihat. Selain memiliki peninggalan prasejarah, kawasan ini menjadi rumah bagi sekitar 120 jenis burung, yang mana 30 jenisnya adalah burung migran. Selain itu, dari 90 spesies kelelawar di Kalimantan, 32 spesies di antaranya ada di kawasan Sangkulirang Mangkalihat. Kawasan ini juga memiliki keanekaragaman spesies serangga dan antropoda yang mencapai 200 jenis, dengan 1 spesies kecoa raksasa, 50 jenis ikan, dan 400 vegetasi.

***

Hanya suara air danau, semilir angin, dan keheningan malam yang menemani saya kala terjaga dini hari itu. Dari dalam hammock yang ke dua ujungnya saya ikatkan ke batang pohon berdiameter lebar, saya mulai meraba-raba alat penerangan. Terlalu dini untuk memulai perjalanan menuju Puncak Ketepu di pedalaman Kalimantan.

Dalam suasana kantuk, kami mengumpulkan tenaga yang dikuras beberapa hari belakangan. Kemarin kami baru saja menyelesaikan perjalanan ke Gua Beloyot. Sorenya kami melanjutkan perjalanan menggunakan ketinting membelah Sungai Lesan.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Kawasan karst yang masih lestari ini selain menyimpan kekayaan prasejarah berupa gambar cadas, juga menjadi habitat bagi ratusan flora dan fauna khas Kalimantan. (Yunaidi Joepoet)
Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Penorama pagi Karst Sangkulirang Mangkalihat dilihat dari Puncak Ketepu. (Yunaidi Joepoet)

Saya tak tega memaksakan kehendak untuk tetap mendaki Puncak Ketepu di malam hari. Rekan-rekan perjalanan saya sudah begitu babak-belur staminanya. Keputusan untuk bermalam di tepian Danau Nyadeng menurutnya saya adalah pilihan terbaik setelah melihat jalur menanjak menuju Puncak Ketepu pagi itu. Ditambah lagi dengan persediaan air yang tidak ada di puncak, maka pilihan menginap di Danau Nyadeng adalah tepat.

Perjalanan dari Danau Nyadeng menuju Puncak Ketepu memang sebaiknya dilakukan di pagi buta. Tanjakan demi tanjakan tidak terlalu terasa dan terlihat jika dibandingkan dengan perjalanan puncak yang dilakukan saat hari masih terang. Hal yang lain adalah pasokan air di Puncak Ketepu yang tidak ada, sehingga para petualang harus membawa air dari Danau Nyadeng menuju gua tempat bermalam.
Setelah menembus perjalanan selama dua jam, akhirnya kami menginjakkan kaki di Puncak Ketepu.

Pagi itu, kabut menyelimuti hamparan hutan nan lebat sejauh mata memandang. Saya merasakan kedamaian tepat di jantung Karst Sangkulirang Mangkalihat ini. Perjalanan panjang membelah hutan Kalimantan berbuah manis. Saya melempar pandang ke sekeliling Puncak Ketepu. Saya mendapati kawasan seluas ini masih terjaga kealamiannya. Meskipun ancaman-ancaman yang merusak kawasan ini semakin nyata, namun setidaknya upaya-upaya warga untuk menjadi alam, lingkungan, dan budaya yang hidup di atasnya patut diberi apresiasi sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak.

Merabu, Kampung Merabu, Sangkulirang Mangkalihat, Danau Nyadeng, Danau Tebo, Puncak Ketemu, Gua Beloyot, Gunung Beriun, Kart, Rock Art Kalimantan, Gambar Cadas Kalimantan, Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Hutan Tropis Kalimantan, Karst Sangkulirangm Karts Mangkalihat, Kalimantan Timur, Gambar Cadas Indonesia, The Nature Conservancy, Dayak Lepok, Dayak Basap, Hutan Kalimantan, Ekspedisi Kalimantan, Kawasan Karst, Indonesia Destination, Indonesia Adventure, Indonesian Photographer, Indonesian Travel Photographer, Indonesia Stock Photo, Kutai Timur, Karst Tondoyan, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Menyeburkan diri ke beningnya Danau Nyadeng menjadi salah satu sensasi nan menyegarkan saat bertualang di Merabu. (Yunaidi Joepoet)

Setelah hampir tiga jam di atas Puncak Ketepu, kami segera berjalan turun kembali ke tempat kami berkemah di tepi Danau Nyadeng. Tanpa berpikir panjang, kami menyegarkan diri setelah beberapa hari tidak mandi. Kenangan petualangan di jantung Karst Sangkulirang Mangkalihat ini kelak akan membawa kami kembali ke pangkuan alam Kalimantan nan liar. Semoga!


PANDUAN PERJALANAN

Cara Menuju Kampung Merabu di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat
Beberapa maskapai melayani penerbangan dari Balikpapan yang manjadi bandara transit menuju Tanjungredeb di Kabupaten Berau. Untuk kemudahan pemesanan tiket pesawat dan mendapatkan harga terjangkau ke Balikpapan maupun ke Tanjung Redeb, bisa menggunakan situs pemesanan online, salah satu yang sudah terkenal di Indonesia adalah Traveloka.
Untuk mencapai Kampung Merabu, perjalanan melewati jalur darat umumnya dengan mobil sewaan karena tidak tersedia transportasi umum dari Tanjung Redeb menuju Merabu. Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk tiba di Kampung Merabu, yakni via Kelay dan Lesan. Waktu tempuh dari Tanjungredeb menuju Kampung Merabu sekitar empat jam perjalanan.

Pariwisata Berkelanjutan di Kampung Merabu
Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat Kerima Puri yang dibentuk oleh warga Kampung Merabu dengan pendampingan dari The Nature Conservancy, pengelolaan pariwisata dijalankan dengan melibatkan seluruh elemen warga. Bagi yang ingin merasakan menginap di rumah warga, secara bergantian penduduk Kampung Merabu membuka rumah mereka bagi para wisatawan. Wisatawan bisa menginap, bercengkrama, dan disediakan makan layakanya kehidupan warga lokal sehari-hari.

Danau Nyadeng nan alami. (Yunaidi Joepoet)

Destinasi Terbaik di Kampung Merabu
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan kala berkunjung ke Kampung Merabu. Salah satu aktivitas yang paling menarik adalah mendaki Puncak Ketepu untuk melihat matahari terbit. Jika punya nyali dan tenaga lebih, ekspedisi berhari-hari menuju Danau Tebo adalah pilihan yang tepat. Perjalanan panjang dan melelahkan akan terbayar lunas kala singgah di bibir Danau Tebo.
Tak hanya itu, gua yang bertebaran di Kampung Merabu menyimpan kekayaan prasejarah yang luar biasa. Beragam gambar cadas berusia ribuan tahun di Gua Beloyot bisa menjadi salah satu tujuan utama.
Rasakan juga pengalaman membelah Sungai Lesan dan sensasi bermalam di rumah pohon yang ada di pinggiran Danau Nyadeng. Pohon-pohon berdiameter lebar yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun juga menjadi daya tarik kawasan yang terletak di Karst Sangkulirang Mangkalihat ini.
Terkait kunjungan ke Kampung Merabu bisa menghubungi Kepala Kampung Merabu Franley Apriliano Oley (+6281215181772).

2 komentar:

  1. Always awesome to read your story, Mas!

    BalasHapus
  2. Alamnya, wisatanya, begitu menggoda. Tetap saja berdoa agar tanah Borneo terus dan tetap hijau. Menjulang tinggi-tinggi dal lebatnya pepohonan.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.