Fakta Gereja Katedral Jakarta - Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga

1/26/2016 08:15:00 PM Yunaidi Joepoet 8 Comments

Jika berjalan di kawasan Lapangan Banteng, mata kita akan tertuju ke dua menara menjulang nan indah di seberang jalan. Inilah menara Gereja Katedral Jakarta, bangunan bergaya neo-gotik yang menjadi salah satu bangunan Cagar Budaya di Jakarta. Saya berkesempatan mengabadikan bangunan nan indah ini setelah dari Mesjid Istiqlal. Beberapa fakta terkait pembangunan Gereja Katedral mungkin bisa menambah wawasan kita.

Katedral Jakarta, Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Cathedral, Jakarta Catedral, Foto Gereja Katedral, Foto Katedral Jakarta, Bangunan Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya di Jakarta, Cagar Budaya Katedral, Menara Gereja Katedral Jakarta, Leonardus Petrus de Ghisignies, Foto Jakarta, Gereja Katolik Jakarta, Pastor Antonius Dijkmans, Uskup Mgr. Edmundus Sybradus Lupyen, Menara Angelus Dei, De Kerk van Onze Liece Vrowe ten Hemelopnemin, Paus Paulus VI, Uskup Agung Jakarta, stock photo; culture stock photo; indonesia stock photo; indonesia photo; foto wisata; daerah wisata indonesia; tourism indonesia; amazing place indonesia; place to visit in indonesia; travel photographer; assignment for photographer; culture photo of indonesia
Matahari sore menyinari Gereja Katedral Jakarta berpayung langit cerah. Gereja bergaya neo-gotik ini diresmikan oleh Vikaris Postolik Jakarta bernama Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ pada 21 April 1901. (Yunaidi Joepoet)

Pelopor pembangunan Katedral Jakarta ini diprakarsai oleh Leonardus Petrus de Ghisignies, komisaris jenderal yang juga penganut Katolik. Pada 1826, ia meminta Ir. Tromp untuk merancang gereja Katolik pertama di Batavia. Namun, dalam perjalanannya bangunan ini rusak parah.

Pembangunan ulang Pada November 1890, ditandatangani kontrak untuk pembelian tiga juta batu bata. Setiap bulannya, perusahaan pembakaran batu bata harus menyerahkan 70.000 batu bata untuk pembangunan gereja baru. Pastor Antonius Dijkmans, SJ ditunjuk sebagai perencana dan arsitek dalam pembangunan gereja ini. Pembangunan sempat terhenti karena kekurangan dana. Namun, Uskup Mgr. Edmundus Sybradus Lupyen, SJ melalui badan pengurus gereja dan para umat berusaha mengumpulkan dana untuk melanjutkan pembangunan gereja.

Arsitektur gereja ini bergaya neo-gotik. Di bagian depannya terdapat tiga Menara Angelus Dei setinggi 45 meter, dan diapit dua menara setinggi 60 meter. Pada bagian dalam terdapat mimbar bercorak gotik buatan firma Te Poel dam Stoltefusz dan tiga buah altar.

Peresmian De Kerk van Onze Liece Vrowe ten Hemelopnemin' atau 'Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga' ini diresmikan oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ. Gereja ini populer dalam masyarakat dengan sebutan Gereja Katedral karena di dalamnya terdapat cathedra yakni takhta uskup.

Museum katedral menyimpan berbagai benda- benda bersejarah seperti alat-alat ibadah, pakaian, lukisan dan foto, patung-patung, buku, dan beberapa benda penting lainnya. Tersimpan pula tongkat Paus Paulus VI yang dihadiahkan kepada Uskup Agung Jakarta kala itu.

8 komentar:

  1. kalau lihat gereja katedral jakarta mirip yang di spanyol ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya Mbak Winny? Nama gerejanya apa ya Mbak yang di Spanyol?
      terima kasih Mbak

      Hapus
  2. mirip gereja katedral yg di vatikan ya

    BalasHapus
  3. sebulan lalu ke tempat itu, wawancara sama Romonya. Baik dan ramah :D

    BalasHapus
  4. Hmm menarik, udah lama tau tentang katedral tapi belum pernah tau sejarahnya.
    bagus artikelnya

    BalasHapus
  5. bagus siih bangunanya,, semoga kelak bisa berubah menjadi masjid..

    BalasHapus
  6. mau nanyak dong kak, sebutin SWOT Museum Katedral dong kak
    terima kasih

    BalasHapus