Pesona Sydney dari Balik Jendela Helikopter

9/17/2015 10:22:00 PM Yunaidi Joepoet 7 Comments

Selain indah terlihat dari Sydney Harbour Bridge, melihat Opera House dan beberapa ikon yang menarik di Sydney bisa dilakukan dengan helikopter. Sebagai anak desa, pengalaman saya berkeliling Sydney dengan helikopter mungkin menjadi salah satu momen paling bahagia selama 24 tahun saya ada di dunia. Senang bisa melintasi langit Australia.

Panorama Kota Sydney dan Sydney Harbour Bridge terlihat indah dari udara. © Yunaidi Joepoet

Sebenarnya tak pernah terpikir sebelumnya dalam benak saya untuk berkeliling Sydney dengan cara ini. Menikmati hembusan angin di Blue Mountain dan berjalan malam menyisiri Kota Sydney saja sudah menjadi pengalaman yang berkesan saat ulang tahun kali ini. Sydney memang ramah pagi itu dan mungkin di hari-hari lainnya, bertolak belakang dengan tempat sehari-hari saya hidup, Jakarta. Perjalanan dari Sydney Fish Market menuju Mascot Heliport yang berbatasan langsung dengan Sydney Airport ditempuh dalam waktu yang relatif singkat.

Operator penerbangan yang saya tumpangi untuk mengudara adalah Sydney HeliTours. Basecamp-nya yang sangat nyaman itu terletak di 472 Ross Smith Ave. Sebagai operator penerbangan, Sydney Helitours sudah menerbangkan lebih dari 143.000 melintasi langit Sydney. Dimulai sejak tahun 1993, operator ini menjelma sebagai salah satu operator yang paling diminati untuk penerbangan heli dalam waktu singkat, sewa heli untuk berbagai macam kebutuhan, dan tentunya membuat mimpi anak desa seperti saya ini menjadi kenyataan.

Hari itu sebelum terbang, berat badan saya ditimbang, pun dengan teman-teman dari beberapa negara di Asia Tenggara yang menjadi rekan perjalanan saat berkeliling New South Wales. Bobot saya sungguh ringan, tak lebih dari 60 kilogram. Briefing sebelum penerbangan pun dilakukan dengan suasana bercanda namun tetap serius karena berkaitan dengan keselamatan saat mengudara.

Saya mendapat bagian untuk terbang menggunakan helikopter yang warnanya mirip dengan terong yang dijual di pasar Kramat Jati. Namun kali ini warnanya lebih berkilau. Helikopter berjenis Eurocopter EC130 buatan Airbus Helicopters dengan registrasi VH-XE menerbangkan saya bersama dua orang kawan lainnya, Kristupa Saragih dan Unggul Santoso.


Sydney Heli Tours; Sydney Helicopter Tour; Sydney Heli; Sydney Aerial; Sydney; New South Wales; Bondi Beach; Sydney City; Australia; Golden Bridge; Sydney Opera House; Sydney Tours; Helicopter Riding Arround Sydney
Heli Eurocopter EC130 buatan Airbus Helicopters. © Yunaidi Joeopoet

Sydney Heli Tours; Sydney Helicopter Tour; Sydney Heli; Sydney Aerial; Sydney; New South Wales; Bondi Beach; Sydney City; Australia; Golden Bridge; Sydney Opera House; Sydney Tours; Helicopter Riding Arround Sydney
Forest dengan santai mengendalikan EC130 saat melintas di Pantai Maroubra. © Yunaidi Joeopoet

Forest, pilot jenaka dan juga sangat informatif menyapa kami yang saling terhubung lewat headphones. Setelah Forest mendapat instruksi aman dari otoritas penerbangan di Bandara Sydney, akhirnya saya mengudara. Laju moncong EC130 menuju Pantai Maroubra dengan ketinggian 500 kaki melewati perumahan penduduk dan lapangan golf. Di kejauhan, hamparan laut luas terlihat memukau.

Dari udara, jalanan di Kota Sydney terlihat lengang juga hamparan bangunan yang rapi. Wajar saja, negara yang juga benua ini sangat nyaman ditinggali. Saat penerbangan dari Changi menuju Sydney Airport di Australia, hamparan daratan yang sungguh sangat luas tak berpenghuni membuat saya kembali berpikir mengenai persentasi jumlah penduduk dengan luas wilayah Australia.

Lepas dari Maroubra, heli ini melimpir melewati Coogee dan Clovelly, juga salah satu pantai yang membuat saya berdecak kagum, Bondi Beach. Hamparan pasir putih dengan laut nan jernih, juga kolam renang yang berbatasan langsung dengan laut menjadi panorama yang menyenangkan mata.

Beberapa menit penerbangan melintasi kawasan ini, rumah-rumah bertengger di tubir tebing menjadi sajian berikutnya. Inilah Dover Heights, yang letaknya sekita 9 kilometer dari pusat kota Sydney. Kawasan berpenduduk tak lebih dari 5.000 orang ini masuk ke daerah administratif Waverley Council. Kawasan ini menjadi tempat favorit untuk tinggal, bayangkan saja Laut Tasman menjadi pemandangan sehari-hari. Harga rumah disini diatas AUD 2 juta, terutama di Vaucluse dan Bellevue. Mungkin panorama Dover Heights lebih kurang seperti Nusa Dua di Bali.

Dover Heights, rumah mewah di pinggiran Laut Tasman. © Yunaidi Joeopoet

Coogee Beach nan damai. © Yunaidi Joeopoet

Meninggalkan perumahan mewah di pinggiran Laut Tasman, sekarang heli yang saya tumpangi melipir di tepi Benua Australia menuju Sydney Heads, jalur menuju Sydney Harbour. Menuju ke Long Reef saya melintasi kawasan seperti Manly dan Curl Curl Beach yang memang terlihat indah dari udara.

Long Reef menjadi salah satu tempat berselancar yang digemari oleh warga Sydney selain di Bondi. Sebelum akhirnya dinaik statuskan menjadi kawasan suaka bahari, Long Reef dulunya merupakan lahan pertanian.

Kami berbalik arah menuju Manly Reservoir dan Middle Harbour. Inilah saat-saat paling mengesankan saat terbang melintasi langit Sydney. Dari balik kaca cembung nan bersih, Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House terlihat memukau dengan latar kota Sydney. Meskipun Sydney Opera tak memancarkan kilau warna seperti saat acara Vivid Sydney, namun bangunan yang diarsiteki oleh Jorn Utzon masih menarik.

Perjalanan melintasi udara Sydney usai setelah beberapa kali berputar untuk mendapatkan gambaran yang cukup dari Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Ketinggian maksimal penerbangan kali itu 1.000 kaki dengan waktu terbang 24 menit. Ketinggian dan waktu terbang yang mengesankan bagi saya di langit Australia.

Pelabuhan tempat bersandarnya kapal pesiar mewah. © Yunaidi Joeopoet

Bondi Beach yang ramai dipadati saat akhir pekan. Pantai ini menjadi favorit warga kota untuk berselancar dan juga berenang di Bondi Club. © Yunaidi Joeopoet

Dover Height dengan properti seharga jutaan dolar. © Yunaidi Joeopoet

Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge dengan latar Kota Sydney. © Yunaidi Joeopoet

Menggunakan lensa fisheye yang dipasangkan ke Samsung NX3000 saat mengabadikan Sydney dari heli. © Yunaidi Joeopoet

Simbol pada helipad menjadi dekorasi beranda di Sydney HeliTours. © Yunaidi Joeopoet

7 komentar:

  1. asik banget! pengen terbang naik helikopter juga dong! :D

    BalasHapus
  2. wah keren banget. kelihatan banget kota sydney tertata dengan bagus

    BalasHapus
  3. Keren..baru tahu ada wisata Heli di Sydney yang banyak di promosiin adalah Naik Heli di Twelve Apostlemdan cuma terbang 9 menit. Klo di sydney ini 24 menit ya..bisa dijadiin 30 menit aja gak ya ..hehe..nawar

    BalasHapus
  4. shutter speednya berapa ya bang untuk mengurangi shake gitu??

    BalasHapus
  5. Kereeeennn!!

    Saya baru nemu blog sekeren iniiih!
    JUARA!

    BalasHapus
  6. Satu kata aja.. ngiri.. hahahaha

    BalasHapus
  7. wahh pemandangan dari atas helikopternya indah sekali..

    BalasHapus