Kebakaran Hutan Riau: National Geographic Indonesia September 2015

9/02/2015 07:40:00 AM Yunaidi Joepoet 3 Comments

Selama hampir dua dasawarsa, kabut asap menjadi bencana rutin yang melanda Provinsi Riau. Persoalan kabut asap ini telah menjadi isu nasional dan internasional. Asap dari pembakaran lahan dan hutan yang disengaja, telah menyebar hingga Singapura dan Malaysia. Negara ini mengecam ketidakcakapan pemerintah Indonesia dalam menangani bencana. Akibatnya, julukan baru disematkan ke Indonesia: negara pengekspor asap.

Kecaman itu tentu belumlah membuat Indonesia menderita layaknya penderitaan yang setiap tahun dirasakan oleh masyarakat Riau, Jambi, Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Terbaring lemah dirumah sakit, saya menyaksikan sendiri betapa perihnya seorang gadis kecil tanpa dosa terkapar tak berdaya menjalani terapi nebuliser. Jutaan orang menjadi korban, tak jarang dari mereka meregang nyawa. Satwa terpanggang dan kehilangan tempat tinggal akibat pembukaan hutan secara buas.

Bersama penulis dari harian Kompas yang berbasis di Jambi, Irma Tambunan dan rekan dari Tribun Pekanbaru Melvinas Priananda, inilah liputan terbaru saya untuk National Geographic Indonesia edisi September 2015. Berikut sebagian foto saya yang ada ditampilkan untuk feature berjudul "Kala Jerebu Menyerbu".








Tulisan lengkap serta foto lainnya bisa dibaca lengkap di majalah National Geographic Indonesia edisi September 2015. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat-sahabat pembaca dan juga untuk masyarakat Riau serta Indonesia secara keseluruhan. Kita lelah dengan asap ini...

3 komentar:

  1. sangat di sayangkan bila cara mengolah lahan dengan di bakar, padahal bila di manfaatkan lebih baik hasilnya lebih dari hanya sekedar di bakar.

    BalasHapus
  2. sulit dan rumitnya berurusan dengan kabut asap di indonesia, yang pasti masyarakat kecil yg selalu jadi korban

    BalasHapus
  3. makasih gan infonya dan salam sukses

    BalasHapus