Mengarungi Jeram Kali Baru, Bogor

10/10/2014 05:09:00 PM Yunaidi Joepoet 2 Comments

Sungai Cicatih dan Citarik di Sukabumi ataupun Cikandang di Garut mungkin sudah familiar di telinga para pecinta olahraga arung jeram dan kayak. Namun tak jauh dari ibukota, tepatnya di Kota Bogor, jeram di Kali Baru tak kalah menantang. Saya memacu dopamin mengarungi jeram-jeram yang menegangkan sepanjang delapan kilometer.

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer
Inilah riverboarding yang menantang dopamin, cara lain untuk bersenang-senang dan menikmati derasnya aliran Kali Baru di Bogor.

     Tak ada yang percaya awalnya saya dan Sony mengarungi jeram-jeram di Kali Baru. Sungai kecil yang aliran airnya bersumber dari bendungan Katulampa. Bagaimana mungkin "parit" kecil itu bisa dilalui perahu? Lalu, dari mana pula ada jeram-jeram yang mampu memancing nyali di parit tepian kota?

    Pertanyaaan seperti ini tentu sudah sangat sering menggeluti para pejalan, termasuk saya. Orang-orang kadang memuja terlalu tinggi suatu destinasi meskipun tak jarang juga menyebelah matakan destinasi bahkan yang belum dikunjungi. Kita bisa memberi nilai suatu tempat hanya dari foto yang kita lihat, dari membaca blog perjalanan atau media yang marak menulis tempat-tempat baru tak terjamah belakangan ini, atau mungkin dari cerita seorang kawan yang memamerkan foto di media sosialnya.

    Tak mau dirundung pertanyaan ini terus-menerus. Saya menjawab rasa penasaran saya dengan merangkak melewati selatan Jakarta menuju Bogor. Dari seorang kawan yang gemar bersepeda di akhir pekan melewati Kali Baru, saya dapati nomor telepon pemandu arung jeram. Pesan singkat dan sebuah panggilan saya lakukan sebelum kami berkunjung ke sana. Ini penting untuk memastikan tempat tersebut terbuka untuk umum serta mendapat informasi yang mungkin sangat penting untuk kita kumpulkan sebelum datang ke suatu tempat yang akan kita kunjungi.

      “Iya ini Achmad, Kang. Ini siapa ya?” suara berlogat Sunda menjawab di seberang. Achmad memberikan arah yang cukup membantu kami menemukan lokasi arung jeram ini. Saya tidak terlalu paham Bogor, tetapi Sony, kartografer yang bekerja untuk National Geographic Indonesia cukup mahir menebak lorong-lorong sempit kota hujan ini. Tentu saja kegemarannya bersepeda pulang pergi Jakarta-Bogor membuatnya paham akan lika-liku jalan berlapis emas hitam di kota ini.

      “Kang, kalau naik kereta dari stasiun bisa jalan kaki ke arah Kebun Raya Bogor. Nanti di sana ambil angkot 05 jurusan Cimahpar. Tinggal bilang ke sopirnya, mau turun di Mesjid Gedong,” Achmad menjelaskan transportasi umum menuju ke sana. “Tetapi kalau naik kendaraan sendiri gimana ya, Kang?” saya menimpali. “Nah Akang tau Hotel Novotel, nah Kali Baru persis di belakangnya, Kang” Achmad menjelaskan secara baik.

      Akhir pekan menjadi pilihan bagi saya dan Sony untuk mendatangi tempat ini. Cukup mudah bagi kami menemui tempat ini. Dari tepi jalan kami menuruni anak tangga menuju tepian Kali Baru. Lantunan suara biduan menghibur para pengunjung yang baru saja usai menyisir Kali Baru. Saya menyelinap diantara para pemuda yang masih bergembira sembari menggoyangkan badan seirama dengan lantunan musik.

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer
Bersiap mengarungi Kali Baru, Bogor. Aneka olahraga sungai seperti rafting, kayak, dan riverboarding bisa dilakukan disini.

       “Kang Yudi ya? Saya Achmad, Kang,” pria bertubuh sedang ini akhirnya mengenali kami. “Baru selesai ini arung jeramnya, Kang. Ayo naik ke atas dulu,” Achmad mengajak kami naik ke pendopo. “Kita ngomong santai dulu kang. Sudah makan siang kang?” Achmad menanyakan dengan ramah.

      Para pemandu masih mengeringkan bajunya yang kuyup saat saya singgah ke pendopo. Beberapa diantara merebahkan tubuh. Mayoritas pemandu disini adalah warga lokal, dan beberapa lagi sudah mendayung kayak serta sudah mengarungi jeram sejak lama. Kemampuan mereka sudah tak diragukan lagi dalam menyusur aliran Kali Baru.

      Saya dikenalkan oleh Kang Ahmad dengan pemiliki Kali Baru Adventure. Pria yang gemar berolahraga di luar ruang ini menyambut kami dengan hangat, ialah Kang Dudy. Kami bercerita banyak tentang sungai dan jeram-jeram yang sudah dilalui oleh kawan-kawan pecinta olah raga ini. "Ini saya sama kawan-kawan menyusur aliran Sungai Cisadane. Kita coba river boarding disana, juga rafting dan kayaking. Coba lihat ini saya bikin videonya," sembari Kang Dudy menunjukkan ke kami videonya bermain di derasnya alur Sungai Cisadane.

      Dengan geografi yang beragam, tak salah sungai di Indonesia menjadi salah satu tempat paling pas untuk melakukan olahraga sungai. Di Sumatra Utara, Sungai Asahan sering dijadikan arena untuk kompetisi arung jeram internasional. Atlet-atlet dari berbagai negara dari guna mengarungi derasnya aliran sungai ini. Juga di Pulau Jawa, beberapa sungai seperti Citarik, Citatih,  dan Sungai Serayu juga dijadikan lintasan pemacu dopamin.

      Kami bercerita panjang lebar dengan Kang Dudy, termasuk pula tentang pembersihan Tugu Pancoran yang cukup beresiko untuk dilakukan.

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer
Menumpangi mobil bak terbuka menuju titik permulaan menyusuri Kali Baru.

      Usai makan siang, kami sepakat untuk turun sungai. Dari tempat garis akhir, kami beranjak dengan mobil bak terbuka menuju garis awal arung jeram. Titik permulaan arung jeram ini berada di bawah Tol Jagorawi. Kami membawa perahu yang belum diisi udara menuju garis permulaan arung jeram. Juga beberapa peralatan untuk riverboarding, olahraga air yang sedang naik pamor. Saya bertengger di bak mobil bersama Kang Achmad dan teman-teman dari Kali Baru Adventure. Mari mendayung!

    "Kang pasang dulu pelampung sama helmnya. Penting bagi kita agar tetap aman saat berolahraga seperti ini," ujar Kang Achmad. Saya memasah peralatan keamanan untuk meminimalkan resiko jika terjadi insiden yang tak terduga.

    Dua perahu yang sudah terisi penuh udara siap untuk melaju menuju hilir. Pelampung sudah terpasang, pelindung kepala pun sudah saya kenakan. Saya mempersiapkan peralatan fotografi untuk mengabadikan kegiatan ini. Saya dan Sony, kartografer di Majalah National Geographic Indonesia berpisah perahu. 

    Mengabadikan kegiatan arung jeram tentu juga beresiko untuk keamanan peralatan foto. Namun hal ini bisa diminimalisir dengan membawa pelindung air untuk kamera. Meskipun saya tidak menggunakan Pelican Case yang jamak digunakan oleh para fotografer olahraga ini, namun pelindung kamera yang saya gunakan mungkin cukup untuk mengamankan kamera.

    Sekarang waktunya beraksi. Perahu saya beranjak lebih dulu meninggalkan garis permulaan disusul dengan para atlit river boarding. Kang Achmad bertindak sebagai skipper, nakhoda perahu karet ini. Saya meminta untuk berhenti di posisi terbaik dalam mengambil foto. "Kang boleh berhenti disini?" saya meminta kepada skipper untuk berhenti sejenak menunggu perahu kedua menerjang jeram.

    Kami lanjut menuruni Kali Baru yang memiliki grade 3. Lepas dari garis awal tempat saya memotret, tubuh saya diguncang hebat oleh jeram ulak-alik. Mengabadikan olehraga arung jeram ini cukup sulit. Perahu yang kurang stabil ditambah lagi dengan percikkan air sungai yang sudah menjadikan diri saya basah kuyup tentu menjadi tantangan untuk tetap menghasilkan foto terbaik.

    Perahu yang saya tumpangi semakin kencang ke hilir. Beberapa kali skipper kami harus berteriak “Booooooom,” lalu kami semua menundukkan badan. Apa gerangan? Ternyata puluhan pipa air warga menjadi salah satu tantangan saat mengarung jeram di Kali Baru ini.

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer
Jeram dam mengocok perut.
    Beberapa kali saya seperti prajurit melewati tantangan merangkak. Bedanya disini, saya harus merebahkan badan kebelakang sejajar dengan perahu agar tak tersangkut di pipa air warga. Namun kadang usaha saya ini tak berhasil mulus, beberapa helm yang gunakan kepentok pipa warga. Kalau sampai pipanya patah, kami bisa dikejar dengan parang oleh warga.

    Beberapa jeram berhasil kami lalui dengan baik. Hingga akhirnya kami harus berhenti dan turun dari perahu.    “Yuk, semua turun dari perahu. Kita angkat dulu perahunya,” ajak Kang Achmad. Persis di depan tempat kami berhenti, gemuruh air terdengar semakin deras. Inilah jeram es besar, salah satu jeram paling mendebarkan saat mengarungi Kali Baru. Tingginya sekitar tujuh meter. Cukup menarik untuk dituruni dengan perahu, namun "Terlalu berbahaya bagi kita untuk menuruni ini dengan perahu, Kang," ujar Kang Achmad.

    Kami beristirahat sejenak sebelum memulai melakukan manuver di Kali Baru. Saya menyisir jalan setapak menuju pohon yang berada tepat di atas sungai. Ini posisi terbaik untuk mengabadikan derasnya jeram es. Sony menjadi pumbuka jalan saat saya mulai menghitung waktu kapan Sony dan ti di perahunya turun menyusur jeram es ini. "Woaaaaaa," teriakan itu disusur dengan suara blasss dari perahu yang menghantam arus deras ini. Saya menekan tombol shutter berkali-kali untuk mendapat frame terbaik.

    Selepas jeram es, saya langsung berpaling ke belakang melihat perahu karet itu membelah sungai yang diapit oleh dukit. Aliran sungai ini hanya bisa memuat satu perahu karet, cukup kecil namun suasananya sangat tenang. Sungai ini memang memiliki ritme laksana film action.

    Jeram es mungkin salah satu jeram yang paling menantang dari semua jeram di Kali Baru. Sebenarnya masih banyak lagi jeram-jeram menarik yang di Kali Baru yang airnya bersumber dari Ciliwung ini. Jeram Dam 3 meter, Penganten, dan Jeram Es Kecil mampu mengocok perut saya dan Sony. 

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer
Salah satu jeram dengan arus yang cukup keras, yakni jeram dam.

    Selepas dari jeram dam, kami melewati aliran sungai berpayung pepohonan bambu. Ini sudah tiga jam kami mengarungi sungai ini. Badan saya sudah kuyup sedari tadi. Beberapa kali saya harus turun kedalam sungai untuk mendapatkan posisi terbaik dalam pengambilan foto. Juga kamera yang hampir saja tercelup kedalam sungai saat arus bawah sungai cukup deras untuk menggoyang tumpuan kaki saya. Untung saja, teman dari Kali Baru Adventure sigap menangkap badan saya supaya tak hanyut.    
    Arung jeram di Kali Baru ini bisa dikategorikan sebagai arung jeram yang aman. Debit air yang mengalir bisa diatur dari Bendungan Katulampa. Hal ini tidak membuat kakmi terlalu khawatir berarung jeram meskipun musim hujan. "Uniknya kalau di Kali Baru ini, debit air nya bisa kita atur. Jadi aman untuk melakukan olahraga arung jeram disini tanpa khawatir ada bandang," ujar Kang Dudy sesaat sebelum saya turun sungai tadi.

      “Saya selalu menekankan bahwa keselamatan yang paling utama dari setiap kegiatan alam, terutama arung jeram. Bersama anak-anak kami membersihkan jalur arung jeram. Batu dan ranting yang membahayakan kami bersihkan. Juga tiap minggu kita adakan gotong-royong membersihkan sampah di Kali Baru ini,” imbuh Dudy saat ia mencerikan sejarah bagaiman Kali Baru ini aman untuk dilewati bahkan oleh pengarung yang baru sekalipun.

      Dudi tentu tak main-main dengan ucapannya. Pengalamannya di dunia arung jeram dan aktivitas luar ruang tentu menjadi pegangan bagi saya. “Saya ingin semua yang datang menikmati arung jeram di sini tetap dalam kondisi aman. Dan tentu saja, kepuasan para pengunjung menjadi tujuan utama selain keselamatan tadi,” Dudi kembali menimpali.

      Ucapan Dudy ini tentu menjadi nyata saat saya hampir tiba digaris akhir arung jeram ini. Setelah hampir empat jam mengocok perut di atas perahu karet, titim akhirpun sudah jelas terlihat. Ini menjadi akhir dari perjalanan menikmati jeram-jeram.
 
      Saya dan Sony mengamini tentang kepuasaan mengarungi Kali Baru ini. “Ini sengaja nih. Lagi asyik-asyiknya malah sampai di garis akhir,” Sony dan saya pun sama-sama mengumpat.

    Tapi saya cukup bersenang-senang. Bagaimana tidak? Tak jauh dari ibu kota saya bisa mendapatkan pengalaman aktivitas luar ruang yang mampu memacu dopamin. Mungkin arung jeram di Kali Baru ini bisa menjadi agenda saya berikutnya bersama sahabat dekat. Tak perlu jauh-jauh untuk menikmati olahraga  air jika di selatan Jakarta ada? Selamat membasahi tubuh, kawan.

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer

Rafting, Arung Jeram, Riverboarding, Kayak, Bogor, Kalibaru, Kali Baru, Rafting Citatih, Rafting Citarik, Rafting Cikandang, Cisadane, Sungai Untuk Arung Jeram, Sungai Asahan, Sungai Alas, Rafting Serayu, Foto Rafting, Foto Arung Jeram, Wisata Rafting, Olahraga Sungai, Bogor, Wisata Bogor, Perahu Karet, stock photo, culture stock photo, indonesia stock photo, indonesia photo, foto wisata, daerah wisata indonesia, tourism indonesia, amazing place indonesia, place to visit in indonesia, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, indonesia travel photographer

2 komentar:

  1. Bang saya mau tanya, cara ke tempat rafting sungai cisadane dari stasiun bogor pake angkutan umum apa ? Makasih.

    BalasHapus