Pagi Berseri di Kota Dili, Timor Leste

8/13/2014 05:59:00 PM Yunaidi Joepoet 2 Comments

Inilah Dili, sebuah ibukota negara yang mulai berbenah diri. Pusat perekonomian dan pemerintahan negara Timor Leste (Republic Democratic of Timor Leste) ini menjadi salah satu kota termuda di kawasan Asia Tenggara. Resmi merdeka pada tanggal 20 Mei 2002 setelah referendum yang dilakukan pada tahun 1999 menghasilkan kenyataan bahwa sebagian rakyat Provinsi Timor Timur ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membentuk negara baru bernama Timor Leste.

Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Warga Dili memanfaatkan tepian pantai sebagai jalur berlari sembari menikmati deburan ombak. Pagi hari adalah saat terbaik menikmati pantai dengan latar perbukitan yang mengelilingi Teluk Fatucama.
 Saya membuka mata di sebuah penginapan sederhana di kawasan Mandarin, Kota Dili. Tadi malam saya tiba larut di Dili setelah perjalanan yang lumayan menguras tenaga dari Distrik Aileu. Jalanan dari Distrik Aileu menuju Kota Dili tak terlalu baik, maaf bisa dikatakan buruk, ya tak terlalu jauh berbeda dengan jalan lintas di Sumatra ataupun Kalimantan.

Baling-baling kipas di langit kamar tidur mendendangkan suara berisik. "Krit…krit…krit," tapi ya sebanding dengan uang yang dikeluarkan. Tak mau berlama-lama mendengarkan suara ini saya beranjak ke kamar mandi massal. Ini salah satu penginapan favorit para pejalan saat berkunjung ke Dili. Selain harga yang cukup terjangkau, letaknya pun strategis. Setidaknya cukup banyak yang menjual makanan serta pantai pun tak terlalu jauh dari penginapan ini. Juga banyak para pejalan dari berbagai negara yang singgah disini, tentu saja bercerita hingga larut malam menjadi budaya di penginapan murah ini.

Dili pagi itu cerah merekah. Langit khas kawasan selatan menyisakan rona biru tanpa awan. Saya jarang melihat ini selama di Jakarta. Mungkin karena polusi akibat jutaan kendaraan berlalu lalang yang melepaskan kotoran-kotoran pencemar udara, atau juga uap air karena kota saya tinggal letaknya terlalu dekat dengan khatulistiwa. Tapi dua alasan itu bisa menjadi pembenaran jika dibandingkan dengan Dili yang belum terlalu banyak kendaraan dan letaknya yang jauh dari khatulistiwa sehingga uap air di udara tak terlalu banyak.

Tak ada tujuan yang jelas untuk saya pagi ini. Karena jadwal meninggalkan Dili baru nanti sebelum makan siang. Lumayan, saya punya beberapa jam untuk mengitari kota yang mulai dillirik para pejalan untuk dimasukkan kedalam daftar kunjugan.


Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Anak-anak riang bermain di sungai kecil yang mengalir ke Laut.
"Kamu bisa ambil jalan ke kanan, lalu setelah Tiger Fuel kamu ambil lagi jalan ke kanan. Nanti ada kedutaan Indonesia, kedutaan negaramu bukan? Nah tinggal lurus saja, pantai ada di ujung jalan," James Turner menerangkan dalam bahasa Inggris kepada saya. Pria kurus asal Darwin ini menjadi teman bercerita saya saat menginjakkan kaki di Dili untuk pertama kali. Dia menjaga penginapan tempat saya tinggal.

"Sukses Yudi. Semoga dapat foto yang banyak," James menutup perbincangan. Saya mengucap terima kasih lalu berlalu meninggalkan penginapan.

Kota Dili tak terlalu ramai pagi itu. Lalu lalang kendaraan tak terlalu banyak. Mobil lalu lalang hanya sesekali, beberapa sepeda motor, dan taksi berwarna kuning berumur tua yang menjadi andalan transportasi di Kota Dili. Cukup sulit untuk menemukan ojek di Dili. Taksi bertarif lima dollar Amerika dan harga akan bertambah jika jarak semakin jauh. Tapi saya sarankan, negosiasi harga adalah syarat penting sebelum menumpang taksi di kota ini, tak ada argo yang ada hanya nego.

Saya tak memilih naik taksi. Berjalan kaki di Dili di pagi hari masih cukup nyaman. Kota ini masih ramah dengan para pejalan. Avenida Almirante Americo Tomas masih sepi. Saya melewati trotoar kecil. Bangunan berumur tua masih berdiri kokoh. Mungkin ini sudah berdiri sejak masih menjadi bagian dari Indonesia. Saya mengayun langkah melewati Rua da Marinha menuju pantai.

Kondisi kotanya masih sama seperti kota-kota kecil lain di Indonesia. Tak ada bangunan tinggi kecuali sebuah gedung pemerintahan yang sedang di bangun tak jauh dari pantai. Dari jalan yang saya susuri, saya bisa menatap dengan jelas alat-alat berat bekerja. Bangunan ini dikerjakan oleh salah satu kontraktor plat merah terbesar di Indonesia.

Ya, Timor Leste memang belum siap dalam sumber daya manusia yang ahli dalam bidang konstruksi. Beberapa proyek pembangunan masih di kerjakan oleh perusahaan asing dari Indonesia atau dari Australia. Jikapun ada kontraktor lokal yang mengerjakan, biasanya hasilnya tak terlalu baik.


Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Baliho menghiasi sudut jalanan Kota Dili, produk mie instan dari Indonesia salah satunya.
Sebelum tiba di pantai, saya melewati Kedutaan Besar Indonesia. Pagi itu sudah cukup ramai antrian. Saya tak berniat untuk singgah. Ayun langkah melaju menuju Avenida de Portugal, sebuah jalan yang langsung berbatasan dengan pantai. Hanya ada dua pilihan, ke kanan atau kiri? Belakangan saya baru ketahui kalau ke kanan saya bisa melihat Pelabuhan Dili.

Namun saya ambil langkah ke kiri. Tak lain ini karena sekelompok anak-anak bermain gembira di tepian pantai Kota Dili. Saya mengayun langkah dengan cepat. Menyapa mereka "Bon dia," sebuah sapaan hangat untuk anak-anak ini. Mereka antusias. Lalu bertanya dalam bahasa Tetum (bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang di Dili selain bahasa Portugis, namun sebagian orang dewasa juga masih menggunakan bahasa Indonesia).

Saya mengingat anak-anak di Cilincing ataupun di Sunda Kelapa juga turut menceburkan diri di pesisir. Namun berbeda dengan tempat ini, air di Kota Dili masih cukup manusiawi bagi anak-anak cilik ini berendam.

Disini juga, masyarakat dengan anjing peliharaan mereka bebas berlari di pasir nan bersih juga lembut sembari menikmati deburan ombak. Sebuah ibukota yang menarik. Saya mengawang-awang, membayangkan kota di tepi pantai di Brasilia dengan latar belakang patung Yesus Kristus.

Ini bukan hanya sekedar awang-awang, meskipun belum pernah mengunjungi Amerika Latin. Setidaknya sebuah kartu pos mengingatkan saya dengan Kota Rio de Jeneiro. Di Dili, meskipun tak semaju Rio de Jeneiro, sebuah patung Yesus Kristus (Christo Rei) di Teluk Fatucama mampu mengingatkan memori saya tentang ini. 

Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Pasar tradisional di Kampung Ambon, menjual berbagai macam pakaian dan peralatan rumah tangga yang didatangkan dari Indonesia.
Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Pagi hari, anak-anak belajar membaca Al-Quran di Mesjid An-Nur, salah satu mesjid terbesar di Timor Leste.
 Di tepi pantai, bangunan-bangunan penting berdiri. Beberapa di antaranya adalah kedutaan negara asing. Saya mengambil foto di depan kedutaan Jepang, namu tak sempat untuk berjalan kaki menuju kedutaan Amerika Serikat.

Langkah kaki saya malah berbelok ke Kampung Ambon. Inilah kampung yang sebagian besar masyarakatnya merupakan warga negara Indonesia. Mereka berjualan makanan dan pakaian. Pakaian di datangkan dari Indonesia. Tanah Abang menjadi favorit para pedagang untuk berbelanja lalu menjualnya kembali di pasar ini.

Hal ini pun berlaku dengan kebutuhan hidup yang lain. Misalnya bahan pangan, sandang, dan papan yang sebagian besar di impor dari negara lain seperti Indonesia, Australia, ataupun Brasilia.

Saya menemui di sebagian kios kecil di Kota Dili. Sebagian cemilan di datangkan dari Indonesia. Namun ayam di datangkan dari Brasil. "Saya tidak mau makan ayam disini. Berapa lama di kapalin baru tiba di Dili. Iiihhh seram," ujar pengemudi yang mengantarkan saya menuju Distrik Aileu dua hari yang lalu. 

Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Stasiun pengisian bahan bakar umum yang masih memanfaatkan sisa dari bangunan milik PT. Pertamina. Stasiun pengisian bahan bakar ini terletak di pusat Kota Dili.
 
Sampah di sudut jalan, produk-produk makanan yang dikonsumsi rakyat Timor Leste. Industri makanan belum terlalu dikembangkan dengan baik sehingga negara ini mengimpor berbagai kebutuhan dari negara lain.

Perekonomian di Timor Leste memang masih bergantung dengan negara lain. Pendapatan negara ini dari sektor produksi barang pangan belum terlalu banyak. Cukup bisa dimaklumi untuk sebuah negara yag umurnya masih remaja.

Kembali lagi ke pasar tradisional di Kampung Ambon. Orang Dili pun menjadikan pasar ini sebagai tempat untuk berbelanja selain pasar baju dekas di ujung jalan Avenida de Purtugal menuju ke bandara. Pagi itu, sebagian toko masih tutup. Saya mungkin terlalu pagi untuk datang ke pasar ini.

Sebuah mesjid berdiri kokoh. Meski sebagian besar warga Timor Leste menganut Khatolik, namun Mesjid An-Nur di Kampung Ambon ini menjadi salah satu tempat ibadah yang menambah keberagaman di Timor Leste.

Di hari raya umat Muslim. Mesjid ini ramai didatangi para penganut agama Islam. Terutama bagi warga negara Indonesia yang tinggal di negara ini.

Saya menutup pagi itu dengan sarapan di sebuah warung sederhana tak jauh dari Kantor Departemen Pertahanan Timor Leste. Lumayan berkesan menyisir negeri yang sempat menjadi bagian dari NKRI. Berharap suatu saat bisa menginjakkan kaki di Dili, Amin.

Beach in Dili, Christo Rei, Statue in Dili, Tourism Dili, Timor Leste, Dili, Bobonaro, Aimara, Aileu, Seloi Lake, Los Palos, Atambua, Cristo Rei, Timor Leste, Dili Port,Tibar Beach, Fatucama, Timor Leste Images, Backpackers Hostel, Dili Backpackers, Cathedral of Dili, Best Place of Timor Leste, Timor Leste Photography, Dili Photo, Image of Dili, Timor leste Image, Foto Timor Leste, travel photographer, assignment for photographer, culture photo of indonesia, Indonesian Travel Photographer
Pantai di Kota Dili.
Pemandangan laut Dili dengan latar perbukitan yang memagari Teluk Fatucama.

2 komentar:

  1. Foto2nya keren mas! Anyway, salam kenal mas yunaidi :)

    BalasHapus
  2. Mantap mas.. pemandangan & panorama alam yang sangat indah. Kapan2 saya kesana ahh..

    BalasHapus