Sapa Ramah Dayak Kenyah

7/17/2013 07:20:00 PM Yunaidi Joepoet 0 Comments

Terik membakar kulit, dari Balai Desa yang mulai hening dari hingar-bingar warga desa. Sedari pagi, ratusan warga Desa Ritan Baru telah mempersiapkan diri untuk menghadiri upacara Mecaq Undat yang mencapai puncaknya hari ini. Tua muda berpakaian dengan motif berwarna-warni, bahannya pun beraneka ragam. Di Balai Desa mencapai klimaks saat puluhan orang menumbuk beras bersama-sama hingga hancur menjadi tepung. Tepung dibagikan ke segenap warga yang datang, tak lama Mecaq Undat suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung pun usai. 

Saya meninggalkan Balai Desa di Ritan Baru, berjalan menyusuri jalan desa. Kemudian mengambil arah menuju tepian Sungai Belayan sebelum menyeberang ke sisi berbeda. Rakit tempat saya menginap jaraknya 200 meter dari Balai Desa tempat diadakannya upacara Mecaq Undat. Sebelum mencapai bibir sungai, dari balik jendela sapa ramah generasi Dayak Kenyah Lepoq Tukung menghentikan langkah saya. Saya menyapa, sang balita Dayak Kenyah Lepok Tukung dibalut pakaian adat Dayak terlihat lucu dengan balutan alas kaki yang modern. Selalu saja ada yang menarik dari setiap perjalanan meskipun jauh hingga ke penjuru tanah Kalimantan. 

Dayak_Dayak People_Borneo_Suku Dayak_Dayak Culture_Dayak Kenyah_Dayak Punan_Dayak Punan_Dayak Kenya_Dayak Kalimantan_Tradisi Dayak
Dari jendela sebuah rumah kayu di Desa Ritan Baru, Kutai Kartanegara generasi Suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung menyapa dengan ramah. 






0 komentar: