Mendulang Timah di Dabo Singkep

10/18/2012 02:37:00 PM Yunaidi Joepoet 0 Comments

Kala itu selepas makan siang di Batu Bedaun, Pulau Dabo Singkep - Kepulauan Riau saya dan beberapa orang teman melaju kembali ke arah kota. Menyisiri pantai, tiupan angin menempa wajah kami. Kami menyusuri jalan beraspal dipayungi pohon teduh. Laju kendaraan kami menemukan perhentiannya saat kami melihat di kejauhan aktivitas masyarakat menambang timah di tengah laut. Laut sedang surut, dari tepian terlihat dasar laut berupa bebatuan berserakan.

Saya menyusuri tepi pantai, berjalan ke laut mendekati para penambang timah. Melihat proses pendulangan timah. Dasar laut dikeruk dengan sekop guna mengambil batu-batu. Batu yang dikeruk kemudian didulang, meninggalkan sisa timah di alat dulang. Bongkahan kecil timah inilah nantinya yang akan dijual ke penadah. Rupiah hasil pendulangan timah inilah yang menghidupi sebagian warga Dabo Singkep, sebuah kota penghasil timah yang sudah gulung tikar.

Seorang penambang timah di Batu Bedaun, Dabo Singkep. Pulau Dabo Singkep menjadi salah satu pulau penghasil timah selain Belitung. Tahun 1992, PT. Timah Dabo Singkep angkat kaki dari aktivitas penambangan di pulau ini. PHK pun tak dapat terelakan, dampaknya perekonomian penduduk menyentuh ambang terendah karena salah satu sumber mata pencaharian sudah tiada.

Tak banyak yang tahu bahwa Dabo Singkep menjadi salah satu daerah penghasil timah terbesar di negeri ini. Pamornya kalah jika dibandingkan dengan Belitung. Namun aktivitas penambangan timah disini sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Kalau itu tahun 1812 pemerintahan Hindia Belanda memulai eksplorasi timah di pulau ini. Eksplorasi timah berlanjut hingga zaman orde baru dibawah kendali PT. Timah Dabo Singkep. Kegiatan eksplorasi timah mengambil andil besar dalam merubah wajah Dabo Singkep. Jalan-jalan kota dibangun, fasilitas-fasilitas umum dibangun untuk mensejahterakan masyarakat, dan rakyat Dabo Singkep hidup dalam taraf yang berkecukupan.

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih pada tahun 1992 PT. Timah Dabo Singkep ditutup. PHK terhadap karyawan terjadi, masyarakat kehilangan pekerjaan. Kehidupan Dabo Singkep serta merta berubah, Kota yang kaya karna timah ini tiba-tiba menjadi lesu. Bangunan-bangunan PT. Timah dibiarkan terbengkalai, puing-puing pabrik PT. Timah masih bisa ditemui dekat pusat Kota Dabo Singkep. Dua puluh tahun setelah PT. Timah tutup, tak berarti aktivitas penambangan masyarakat terhenti. Dengan alat seadanya, masyarakat masih tetap melakukan penambangan di tepian barat Pulau Dabo Singkep. Hasil pendulangan timah tradisional bisa mencukupi kehidupan sehari-hari para penambang. Tak banyak, namun lebih dari cukup untuk membeli beras dan lauk pauk.

0 komentar: