Pabrik Pembuatan Gula Tebu Tradisional di Gunung Singgalang

8/30/2012 07:53:00 AM Yunaidi Joepoet 1 Comments

Di kaki Gunung Singgalang, masyarakat menekuni pembuatan gula tebu. Beberapa penduduk masih menggunakan kerbau untuk memeras air tebu, beberapa lagi menggerus cara tradisional dan menggantinya dengan cara yang lebih praktis menggunakan mesin. Saya menyambangi pabrik pembuatan gula tebu di kaki Gunung Singgalang, Sumatra Barat. Melihat proses pembuatan gula tebu, bercengkarama dengan pembuat gula hingga merasakan manisnya gula tebu sebelum dijual ke Pasar Koto Baru.

Batang tebu dimasukkan ke mesin penggilingan, airnya tebu hasil penggilingan akan dijadikan bahan baku pembuatan gula.

Ibu Ida, mencetak gula merah sedangkan temannya berisitirahat siang sebelum melanjutkan aktivitas pembuatan gula tebu.

Datuak Rang Kayo, pembuat gula tebu di kaki Gunung Singgalang yang sudah menekuni usaha ini lebih dari setengah abad.

Gula merah yang sudah dicetak. Sementara seorang pembuat gula merah merebus air tebu selama dua jam sebagai bahan dasar pembuatan gula.

Gulo saka (gula merah) diaduk agar tidak cepat beku di pondok pembuatan gula di kaki Gunung Singgalang.

Batang tebu, dibelah menjadi dua bagian kemudian dimasukkan ke mesin penggiling tebu.

Petani tebu di Koto Tinggi, Ampek Angkek membawa tebu yang sudah di tebang dari ladang tebu mereka di kaki Gunung Singgalang ke tempat penggilingan tebu. Kaki Gunung Singgalang memiliki tanah yang subur, masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.

1 komentar:

  1. Koto tinggi ampek angkek. Yg benar. Koto tinggi. Pandai sikek.

    BalasHapus