Pelabuhan Lampulo

3/05/2012 11:27:00 PM Yunaidi Joepoet 4 Comments

Pelabuhan Lampulo terletak di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Tidak terlalu jauh dari Mesjid Baiturrahman Banda Aceh. Pelabuhan Lampulo merupakan pelabuhan perikanan terbesar dan tertua di Banda Aceh. Setiap harinya nelayan dari segala penjuru di Banda Aceh melakukan transaksi jual beli ikan hasil tangkapannya di Pelabuhan ini. Hiruk pikuk pelabuhan ini sudah dirasakan sedari pagi, saat fajar baru naik beberapa derajat di bujur timur.

Lampulo sempat hancur saat tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Lebih dari setengah warga lampulo kehilangan nyawanya. Di Lampulo kita masih bisa menyaksikan sisa keganasan gelombang laut yang memporak porandakan Lampulo. Sebuah kapal nelayan teronggok membisu di atas puing rumah warga. Saya datang kesana dan berusaha untuk mengulang imajinasi tentang tsunami melalui bangka-bangkai kapal yang masih tersangkut di puing rumah warga. Membayangkannya saja membuat bulu kuduk saya merinding.

Setelah beberapa tahun setelah tsunami, Pelabuhan Lampulo bergeliat kembali. Organisasi non profit asing bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun kembali pelabuhan ikan yang menjadi primadona Aceh ini.  Nelayan membawa hasil tangkapannya, ada Ikan Tuna dan beberapa jenis ikan lainnya. Pagi itu saya berkesempatan untuk mengabadikan hiruk pikuk suasana di Pelabuhan Lampulo dalam beberapa buah foto dibawah ini.

Sebuah kapal melintasi Muara Lampulo setelah mengarungi lautan luas. Lampulo merupakan pelabuhan ikan yang ada di Banda Aceh.

Tumpukan jerijen memenuhi badan kapal. Jerijen ini nantinya akan di isi penuh dengan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Pulau Aceh.

Kapal dari Pulau Breueh merapat untuk melakukan bongkar barang bawaan berupa ikan hasil tangkapan nelayan dari Pulau di Pelabuhan Ikan Lampulo di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.


Tumpukan barang bawaan berupa ikan, hasil panen perkebunan dan jerijen kosong mengisi kapal yang datang dari Pulau Breueh, Kabupaten Aceh Besar.


Matahari baru saja naik, tapi Pelabuhan Lampulo sudah menggeliat sebagai pelabuhan ikan di Kota Banda Aceh. Perdagangan ikan di Banda Aceh berpusat di Pelabuhan ini.

Lampulo merupakan salah satu daerah yang dihantam gelombang tsunami tahun 2004 silam. Hingga saat ini, sisa kedahsyatan gelombang tsunami masih bisa kita lihat di Lampulo. Sebuah kapal nelayan dengan panjang sekitar 20 meter tersangkut membisu diatas puing-puing rumah warga.

Lampulo harbor is located in Kuta Alam, Banda Aceh. Not too far from the Mosque of Banda Aceh Baiturrahman. Lampulo harbor is the oldest and largest fishing port in Banda Aceh. Everyday, fishermen from all over place in Banda Aceh make buying and selling of fish catch. The port is busy already being felt since the morning, when the sunrise.

Lampulo were destroyed when the tsunami hit Aceh in 2004. More than half the residents Lampulo died. In Lampulo we can still see the rest of the thugs malignancy waves devastated Lampulo. A fishing boat sitting silently on the rubble of homes. I come there and try to repeat the imagination of the tsunami. The thought makes me shudder chilling.

A few years after the tsunami, the Port Lampulo move on. Non-profit organization worked with local governments to rebuild the fishing port of AcehAt that morning, i captured the frenzied atmosphere at the Port of Lampulo in photos.

4 komentar: