Once Upon A Time in Kincai, Negeri Elok bernama Kerinci

12/27/2011 10:03:00 AM Yunaidi Joepoet 10 Comments

Saya menghentikan laju kendaraan, tepat dibawah pohon kapuk yang tersusun berbaris membentuk lorong di jalanan beraspal yang dipenuhi lubang. Di kejauhan saya melihat beberapa petani menggiring kerbau seraya duduk diatas pedati melewati lorong-lorong jalan yang dipayungi batang kapuk. Menghadap ke belakang, beberapa orang ibu menjinjing beberapa bekal makanan di tangan kanan sedangkan tangan kirinya mengangkat kain berbahan dasar batik cetak melewati rerumputan menuju tengah sawah.

Saya terengah melihat suasana pagi di tepian Danau Kerinci, saat beberapa petani menamam benih padi dengan latar belakang danau yang terkurung barisan perbukitan Bukit Barisan. Pandangan saya buyar, bangau-bangau yang tadinya berlenggak-lenggok di pematang sawah seketika terbang saat beberapa petani berjalan mendekat ke arah mereka. Sempurna sekali pemandangan pagi itu, jauh dari hingar bingar deru mesin dan asap-asap polusi. Semua hidup secara berdampingan menyatu dengan alam disini, di 'Kincai'.

Matahari baru saja beranjak dari ufuk timur, beberapa petani sibuk menanami benih padi. Di pematang beberapa ekor burung bangau bercengkrama dengan latar belakang Danau Kerinci yang masih sepi dari aktivitas para nelayan. Inilah 'Kincai' sebutan untuk Kerinci, negeri elok terbentang dari dalamnya Danau Kerinci hingga puncak sejati Gunung Kerinci berpadu dengan keramahan dan kekayaan lisan masyarakatnya.

10 komentar:

  1. waaaahhh jadi pengen sekali" kesna .. heheh abis ga pernah,,, :D tapi dari fotonya OK juga buat next holiday :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, ayo next holiday harus mengunjungi tempat ini. :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. disana mungkin lebih cantik lagi kalau dikunjungi, ayo visit kerinci. :)

      Hapus
  3. dari pku ke kerinci berapa lama yud?? next holiday mesti kesana nih gara2 baca ni postingan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari Pekanbaru sekitar 13-14 jam perjalanan darat bang. Melewati Padang, Alahan Panjang, Muaro Labuah :)
      semangat

      Hapus
  4. :) mantappp diak terobati kerinduan samo kerinci deknyo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bang Ovik, kapan kita balik kesini ? :)

      Hapus
  5. Sekepal tanah surga, itu julukan yang diberikan orang2 untuk tanoh kincai.

    Makasih udah mengexplore kampung saya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas agung, betul sekali sekepal tanah surga :)
      kerinci sungguh elok, pengen lagi kesana.
      ayo jalan-jalan bareng disana hehe

      Hapus