Beutiful Bird from Bali : Mata Biru Si Jalak Bali

11/10/2010 04:32:00 PM Yunaidi Joepoet 4 Comments

Lorong itu memanjang ke belakang sekitar 30-an meter. Kiri kanannya terdapat jendela bernomor 1 hingga 20 dengan ukuran 20 x 20 cm. Itulah rumah bagi burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dalam penangkarannya di Taman Nasional Bali Barat. Penampakannya yang elok dengan bulu putih disekujur tubuhnya, menjadi inceran utama para kolektor burung. Karena itu populasi mereka semakin mengecil hingga menjadi endemik yang dilindungi Undang-Undang.


Sepasang Jalak Bali di pusat penangkaran Jalak Bali Taman Nasional Bali Barat.
Selasa, 5 Oktober 2010 Tim Bali bertamu ke sana ditemani seorang pemandu lokal. Perlahan membuka salah satu jendela rumah burung Jalak Bali, terlihat di dalamnya ruangan terbuka yang dibatasi kawat. Di tengah ruangan itu ada sebuah pohon, di mana burung itu bertengger. Masing-masing ruangan di isi oleh sepasang Jalak Bali, dengan harapan dapat berkembang biak. “Dalam setahun, mereka cuma berkembang biak 3 kali. Kalau di alam malah cuma 2 kali” jelas Pak Iwan sang pemandu sambil menirukan suara burung Jalak itu agar mendekat.

Diperlukan kesabaran untuk mengamati burung. Jangan berisik dan membuat kegaduhan. Pakaian pun jangan yang berwarna mencolok, sebab burung yang masih liar tidak terbiasa melihat warna yang terlalu mencolok, bisa terbang atau malah bersembunyi nanti.

Keelokan Jalak Bali terdapat pada bulu putihnya dan kulit biru di sekitar matanya. Jika mereka tertarik akan sesuatu atau sedang merasa ingin berkembang biak, bulu di leher dan kepalanya akan naik. Istilah ini disebut dengan bobbing, penunjukan kecantikan mereka pada lawan jenis.

Jam 9 pagi adalah waktunya makan. Pepaya dan pisang merupakan makanan mereka sehari-hari. Sesekali perlu juga diberi ulat Hongkong yang berprotein tinggi untuk gizi mereka. Tak heran jika ukuran burung Jalak dalam penangkaran lebih besar dibanding burung Jalak di alam bebas.
Jalak Bali dalam penangkaran. Jalak Bali hanya ditemukan di Bali Barat dan menjadi endemis Pulau Bali.
Jika sudah besar dan populasi semakin bertambah, 10 hingga 15 pasang Jalak Bali akan dikelompokkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih besar. Mereka dipersiapkan untuk menjadi liar kembali hingga waktunya pelepasan ke alam bebas terjadi. Tidak ada kepastian kapan mereka akan dilepaskan, semua menunggu faktor persiapan dan keberhasilan perkembangbiakan mereka.

Hanya di Taman Nasional Bali Barat lah, habitat asli burung Jalak. Sebuah kebanggaan Indonesia yang pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama.


Info:
Perlu izin untuk memasuki penangkaran Jalak Bali
Hubungi:
Balai Taman Nasional Bali BaratJl.Raya Cekik – Gilimanuk, Bali
Telp: (0365) 61060
Fax: (0365) 61479
Email: tnbb@telkom.net
Website: tnbalibarat.net

4 komentar:

  1. yang berjambul itu burung yang jantan ya. ganteng banget gayanya. :D

    BalasHapus
  2. Betul sekali :)
    yang berjambul itu Jalak jantan mbak :)

    BalasHapus
  3. @ blinkblink
    Terima kasih ya atas kunjungannya :)
    salam hangat

    BalasHapus