Hidden Sunrise : Matahari terbit di eloknya alam Riau

5/25/2010 12:38:00 PM Yunaidi Joepoet 6 Comments

Tempat terbaik menyaksikan sunrise di Riau menurutku adalah kawasan Koto Panjang Kabupaten Kampar. Tidak terlalu jauh dari kota Pekanbaru, sekitar 100 KM atau kalau ditempuh dengan kendaraan memakan waktu satu setengah hingga dua jam. Yakinlah dengan sangat bahwa perjalanan yang singkat itu akan tergantikan oleh indahnya suasana Sunrise dengan latar danau dan perbukitan terhampar luas plus plus dan plus ditemani embun pagi yang membuat suasana sunrise begitu dingin tetapi menghangatkan. Jangan lupa hidupkan Musik karena tidak ada satupun orang yang akan menemani saat menyaksikan sunrise romantis ini.



Tiba-tiba saja aku ingin menulis tentang “Hidden Sunrise. Akupun tidak tau apakah kosakatanya benar atau tidak dalam Bahasa Inggris maklum Bahasa Inggris ku pernah dapat nilai C, namun yang jelas aku ingin menggambarkan tentang matahari terbit di Provinsi Riau yang sangat elok namun tidak banyak orang yang tahu akan hal ini. Riau sendiri menurutku punya banyak potensi wisata yang potensial namun belum digarap secara maksimal. Kalau bicara potensi dan penggarapan daerah wisata aku jadi miris teringat saat membaca berita disalah satu harian lokal tentang Candi Muara takus yang tembok-temboknya sudah mengelupas. Sampah bertebaran dimana-mana, sekeliling Candi mulai ditumbuhi sawit-sawit yang kemungkinan suatu saat Puncak Candi pun bisa berganti dengan Pohon Kelapa Sawit. Kasihan sekali itu candi, padahal Candi Muara Takus adalah salah satu bukti sejarah bahwa kerajaan Sriwijaya pernah melebarkan sayapnya ke Negeri berlimpah minyak ini. Namun apa daya kurangnya perhatian pemerintah daerah membuat Candi ini semakin hari semakin terlupakan. Lepas dari itu semua itu, ”Hidden Sunriseadalah tentang perjalanan ku menyaksikan elok dan indahnya alam Riau beberapa waktu lalu.



Semua terjadi begitu saja, sore hari jum’at aku tiba-tiba berkeinginan sekali untuk melakukan perjalanan sabtu subuh kearah Sumatera Barat. Negeri yang menawarkan banyak keindahan alam yang tidak akan habis untuk dinikmati. Tujuan utamaku sebenarnya adalah lembah harau di sore jum’at itu. Dan hanya itu “Harau” tak ada yang lain. Namun semuanya berubah setelah mataku tersilaukan oleh kilauan cahaya dan awan-awan merah dilangit sebelum subuh menjelang saat kereta bututku melintasi perbukitan di Koto Panjangg. Sialan sepertinya tujuan “Lembah Harau” utamaku pupus sudah dan akupun lebih memilih menikmati Sunrise seorang diri ditemani nyanyian burung pagi dan lantunan tembang lawas di Koto Panjang, Kabupaten Kampar.



Menikmati sunrise seorang diri disini adalah hal terindah menurutku. Sebelum matahari muncul aku bisa melihat begitu elok lukisan-lukisan langit yang Allah ciptakan. Cahaya dan gumpalan kemerah-merahan berteriak girang kudengar sayup sayup mungkin mereka bernyanyi akhirnya ada juga yang datang khusus menyaksikan mereka.  Aku ditemani embun-embun pagi yang membuat basah jaketku adalah suatu pengalaman tersendiri. Tempat menyaksikan sunrise nya pun strategis diapit oleh perbukitan dan akupun berdiri persis di tepi jurang yang tidak terlalu dalam tepat dibawahnya terhampar luas danau yang dijadikan pembangkit tenaga listrik.  Ingin sekali membasuh mukaku dengan kesejukan air danau tapi apa daya, untuk menuju permukaan danau jalan yang harus kulalui begitu terjal dan pun aku takut nanti motor bututku dirampok. Kan tidak lucu kalau aku harus berjalan kaki menuju pekanbaru yang jaraknya sekitar 120 KM. Bisa-bisa kakiku segede kaki gajah.



Secara garis besar aku menyakskan sunrise disini pemandanganya adalah Hamparan danau dimana saat matahari terbit refleksi sinar matahari begitu cantik diatas permukaan danau. Disaat matahari mulai memancarkan cahayanya dan disaat yang bersamaan pula embun-embun dari permukaan air terkena sinar matahari dan ini akan membuat suasana semakin eksotis. Posisi berdiri ku yang tanpa halangan sedikitpun membuat aku bisa melihat luas kearah terbitnya matahari. Latar belakang perbukitan saat matahari terbit memberikan tekstur tersendiri menurutku.



Hampir 1 jam aku menikmati matahari terbit terindah di Riau ini. Saat itu jarum jam ku menunjukan pukul 7 pagi akupun melanjutkan perjalanan ke arah sumatera barat untuk makan pagi di daerah lubuk bangku. Daerah perbukitan yang sangat indah dengan udara sejuk serta aliran sungai melewati daerah ini Lubuk Bangku sendiri lumayan jauh juga dari tempat aku menyaksikan matahari terbit tadi. Namun aku begitu menikmati jalan ku ini. Selesai makan pagi di Lubuk Bangku akupun mutar kepala balik ke Pekanbaru yang jaraknya 3 jam-an lagi. Asik mungkin jam 4 sore aku sudah bisa merebahkan diri dikamar alias jam 4 sore sudah sampai di Pekanbaru.


Hari yang begitu indah menurutku, ternyata provinsi tempat tinggal ku ini memiliki begitu banyak tempat menarik yang harus dikunjungi. Semoga hasrat jalan-jalanku bisa  mengunjungi sebagian tempat menawan di Riau ini, destinasi yang paling ingin aku kunjungi adalah Suku Laut yang hidup di laut yang menghuni sebagian daeral laut di Inderagiri Hilir, serta menikmati putihnya Pulau Jemur, menunggangi penyu Hijau di Pulau dengan gugusan 9 pulau dan berenang ke Port Klang Malaysia yang hanya berjarak 45 mil dari pulau ini. Mimpi adalah awaldari semuanya. Bukankah begitu ?

6 komentar:

  1. wussss... Subhanallah kerennya... bagus banget sunrise nya... kamu sendirian kesana? saluuut! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah, saya juga baru nyadar pas buka kembali galery foto. Ternyata Riau juga punya tempat yang bagus untuk menikmati Sunrise.
      Iya Mbak,, ayo visit Sumatera. Terutama Riau :)
      saya siap jadi travelmate :)

      Hapus
  2. ahhahahaa... kapan ya... aku bukan orang sumatera sih... niatnya klau udah selesai kuliah, muter2 pulau jawa dulu... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip kalau udah khatam di Jawa jangan lupa ke Sumatera Mbak :)
      dijamin sama bagusnya dengan Jawa :D

      Hapus
  3. ahaa... kapan kita sama2 ke lokasi ini?

    BalasHapus
  4. wuihhh asyikk, yudi jalan-jalan muluuu!
    ikut yud!

    BalasHapus