Jember Unfogettable Journey (II End)

3/25/2010 06:34:00 PM Yunaidi Joepoet 1 Comments

Malam semakin menjelang saat roda-roda besi kereta ini bergerak menuju Jember. Hembusan angin dari jendela-jendela kereta meniup sepoi-sepoi rambut mereka. Penumpang lain terlelap, ada yang bercanda mesra ada yang menghabiskan gulungan-gulungan tembakau. Sayup – sayup lentera muncul dibalik pepohonan, terlihat juga sebuah bintang dari sebelah tempatku duduk. Ahhh mungkin hanya kunang-kunang isyaratku dalam hati.





Jarum jam menunjukkan pukul 9 malam sepertinya saya akan memasuki kota Jember, betul saja tidak berapa lama setelah melihat jam kereta Logawa yang saya tumpangi mulai memperlambat lajunya. Saya dan Ayos pun segera bergegas untuk turun, serta 2 teman lain nya juga turun. Saya dan Ayos serta Faiz diantar oleh orang tua Faiz ke rumah Ayos. Sedangkan Irma berjalanan kea rah kanan stasiun mungkin menunggu jemputan atau ada sesuatu yang ingin ditemui.

Ketika keluar dari Stasiun Jember saya melihat begitu banyak tukang becak yang menawarkan jasanya. Malam itu Jember begitu indah dengan kerlap kerlip lampu kota dan kehidupan malam nya. Saya kagum dengan kota ini, meski kotanya kecil tapi kota ini tertata rapi, bersih dan asri. Saya melewati alun-alun, rumah tahanan, mesjid serta rumah dinas Bupati semuanya berdekatan. Usut punya usut ternyata sebagian kota di Jawa mempunyai cirri khas seperti itu.

Tidak berapa lama perjalanan dari stasiun kamipun sampai di rumah orang tua Ayos. Saya begitu senang menginjakkan kaki dirumah Ayos. Ibu Ayos mempersilahkan saya untuk masuk kedalam sungguh sungguh indah bisa berada didalam keluarga Ayos. Malam itu Bapak Ayos sedang tugas ke Bandung. Jadi hanya Ibu saja yang dirumas ditemani Nondo. Adik Ayos Paling kecil yang mempunyai kesenangan Grafity dan design. Setelah salam pembuka dengan Ibu, saya dipersilahkan menempati kamar paling depan. Saya pun memindahkan ransel saya kemudian membersihkan diri karena sudah 2 hari belum membilas badan ini.

Malam itu setelah mandi saya disuguhkan Mie Rebus serta Kopi Hangat, alhamdulilah begitu nikmatnya Mie Rebus dan Kopi Hangat buatan ibu. Disela-sela makan Ibu pun bercerita tentang Bapak yang sering bepergian keluar kota untuk menjalankan tugasnya sebagai peneliti di Pusat Penelitian Kopi. Mungkin ini juga yang membuat Ayos mencintai traveling.

Malam semakin larut akhirnya saya pamit untuk merebahkan diri agar perjalanan besok saya mempunyai cukup stamina, Karena tujuan perjalanan besok kemungkinan akan membutuhkan tenaga dan stamina yang lumayan banyak.



***


Pagi hari menjelang, ternyata di Jember tidak seperti di Pekanbaru. Saya kaget ketika melihat ke jendela hari sudah terang padahal jam tangan saya masih menunjukan pukul 4.58. Pagi itu saya pertama kali merasakan udara Jawa Timur ada perasaan sangat senang dari dalam hati. Setelah membasuh muka Ayos mempersilahkan saya untuk kembali menikmati Kopi dan Roti. Sekali lagi Alhamdulillah J

Perjalanan hari ini adalah menuju kawah ijen menggunakan sepeda motor bersama Ayos Purwoaji, Aunurrahman Wibisono dan Irma Afifatul Aini. Sebuah perjalanan yang memberikan pengalaman baru bagi saya.


***
Pindah rumah ke Aunurrahman Wibisono setelah pulang dari Ijen

Setelah jum’at Aunurrahman Wibisono menjemput saya dari rumah Ayos Purwoaji. Hari ini saya pindah ke tempat Aunurrahman Wibisono. Hujan siang setelah jum’at membuat Jember menjadi dingin. Tujuan kami adalah Arjasa tempat orang tua Aunurrahman Wibisono. Disana saya tidur dikamar bersebelahan dengan Aunurrahman Wibisono, saya dibuatkan Seduhan Markisah hangat. Saya senang sekali J

Malam segera menjelang saat mentari hilang dari peredaran, mungkin waktunya bagi matahri menerangi bumi lain. Setelah hujan siang hari, malam ini Jember kelihatan begitu cerah. Saya diajak keliling kota Jember untuk menikmati beberapa kuliner kota Jember. Tujuan utama adalah STMJ dibawah jembatan jalan sultan agung.. Tempat santai yang begitu saya suka, persis di tepi lalu lalang kota Jember. Di Pekanbaru pun saya sangat senang untuk duduk dan menikmati jajanan pinggir jalan. Entah mengapa ada kepuasan tersendiri saat menikmati jajanan pinggir jalan diantara kerlap kerlip lampu kota.

Dijember saya bertahan selama 5 hari menunjungi beberapa destinasi hebat yakni Kawah Ijen dan Tanjung Papuma.

Setelah beberapa hari dikota ini tibalah bagi saya untuk mengucapkan selamat tinggal untuk kota yang tidak akan saya lupakan dalam sejarah hidup saya. Kota dengan teman-teman yang begitu hangat Ayos Purwoaji, Aunurrahman Wibisono, Mas Fahmi dan seorang wanita Ganteng Irma Afifatul Aini. Kota yang tidak akan saya lupakan atas kebaikan Ibu dan Bapak Mas Ayos, Kebaikan Ibu Bapak Mas Nuran, teman-teman di Tegal Boto yang sempat saya singgahi dan saya sepertinya jatuh cinta akan Kota ini.

Selamat Tinggal Jember semoga saya bias menginjakan kaki di bumi mu lagi.

1 komentar:

  1. Mudah-Mudahan bisa ke Jember lagi ya! :D *promosi-promosi* mungkin saat JFC nanti! :D

    BalasHapus